04 Agu

Spekulasi saham Ala Jesse Livermore

 Halo sahabat Galeri tahukah kamu Jesse Livermore ? Dia adalah seorang spekulan saham atau trader terbesar di dunia. Kemampuannya dalam memprediksi pergerakan harga saham dapat merubah modal pertamanya yang hanya sebesar US$ 5 menjadi lebih dari US$ 3 Juta. Nah bagaiman cara Jesse Livermore melakukan trading saham? Yuk Simak, Galeri Investasi mempersembahkan Spekulasi Saham Ala Jesse Livermore.

Pada dasarnya sangat banyak metode yang dapat digunakan untuk melakukan trading saham, Namun biasanya dikemas dalam sesuatu yang disebut dengan trading system atau aturan trading. Nah Strategi Trading Saham Jesse Livermore secara garis besar dibagi menjadi tiga hal, yaitu :

  1. Lakukanlah transaksi hanya jika trend mendukung
  2. Belilah atau perhatikan hanya saham-saham ungulan yang ada di sektornya.
  3. Lakukan buy ketika terjadi new high atau harga melampui level tertinggi

Yang pertama adalah lakukan transaksi hanya jika trend mendukung. Pada dasarnya Jesse Livermore adalah seorang market followers dimana lebih memperhatikan arah pergerakan harga sahamnya. Yaitu membeli pada saat kondisi trend yang sedang naik, dan bersiap menjual ketika terjadi pembalikan trend menjadi trend turun. Lalu pada saat sideways atau harga sahamnya cenderung bergerak datar. Jesse Livermore leih menggunakan support dan resistance sebagai acuan jual dan beli.

Yang kedua adalah contrarian, yaiu metode yang menggunakan support dan resistance untuk mengambil posisi menjual dan membeli. Pada saat harga bergerak pada range tertentu, Livermore akan membeli pada support line (harga rendah) dan mejual pada resistant line (harga tinggi). Walupun sebenarnya support dan resistance terbentuk atas psikologis pasar contrarian yang dimaksud Livermore sangat berbeda dengan apa yang kita ketahui saat ini yaitu pembelian berdasarkan feeling yang salah.

Yang ketiga adalah value invest atau investasi berdasarkan nilai.  Biasanya melakukan transaksi ketika terjadi penurunan dengan persentase tertentu dan membandingkannya dengan PER (Price Earning Ratio). Lebih tepatnya lebih membandingkan antara harga dan nilai perusahaan. Apakah perusahaan murah atau mahalnya dilihat melalui PER. Walaupun seorang spekulan dibuku Jesse Livermore disebutkan bahwa juga penting membandingkan antara harga nilai perusahaan. Tetapi sepertinya Livermore jarang menggunakan metode yang satu ini.

Ada beberapa saran, yang diberikan oleh Jesse Livermore kepada trader diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Buatlah trading plan yaitu sebuah kondisi dimana kita harus membeli, menjual, dan membatasi kerugian, dan patuhi aturan tersebut
  2. Saat memulai transaksi gunakanlah dengan jumlah yang sedikit terlebih dahulu, jika kemungkinannya semakin besar baru bertransaksi dengan jumlah yang besar pula. Karena pada dasarnya kita sebagaimana manusia pada umumnya pasti melakukan kesalahan.
  3. Jangan dengarkan kata orang. Hal ini berdasarkan pengalaman Jesse Livermore sehingga mengalami kerugian yang besar.

Ada kutipan menarik dari “Jesse Livermore” Yaitu, “Play the market only when all factors are in your favor. No person can play the market all the time and win. There are times when you shoud be completely out of the market, for emotional as well as economic reason”. Yang menandakan bahwa tidak setiap kondisi kita harus melakukan trading. Lakukanlah ketika semua kondisi yang kita tetapkan telah terpenuhi. Karena pada dasarnya tidak semua orang dapat bermain berspekulasi dan menang ada kalanya menjauhi pasar adalah pilihan yang tepat, hal itu untuk kepentingan emosi dan alasan ekonomi pula