08 Mei

Mengintip Serunya Sekolah Pasar Modal Gelombang 2 (4 Mei 2017)

 

Sekolah Pasar Modal Gelombang 2 (4 Mei 2017) berjalan dengan lancar dan seru banget pada Level 1 dibawakan dari Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia materi yang diberikan tentang kenapa kita harus berinvestasi di saham serta keuntungan-keuntungan investasi disaham dibandingkan instrumen lainnya.DSC_4174 DSC_4175 DSC_4180

Pada Level 2 materi disampaikan dari PT Valbury Sekuritas Indonesia, tentang pandangan analis terhadap ekonomi untuk beberapa bulan kedepan. Menurutnya beberapa bulan kedepan Pasar Saham akan sedikit bergejolak karena aksi ambil untung investor dan kurangnya sentimen positif di pasar.DSC_4192 DSC_4196 DSC_4198 DSC_4201

02 Mar

Investasi Ala Benjamin Graham

A8

The Intelligent Investor

Mungkin teman-teman sudah pernah dengar kata tersebut. Ya itu adalah judul buku yang membuat seorang anak muda yang kini menjadi salah satu orang terkaya dunia yaitu “Warren Buffet”. The Intelligent Investor adalah buku karya Benjamin Graham. Dalam bukunya menggambarkan bagaimana gaya investasi Benjamin Graham melakukan investasi jangka panjang dan mencari “marjin keamanan” atau “Margin of Safety”. Alasan Benjamin Graham menulis buku ini Karena untuk memperkenalkan gaya investasi yang sebenarnya. Lalu bagaimana sih cara Benjamin Graham melakukan investasinya ?

  1. Membeli saham seperti membeli bisnis

“Investment is most intelligent when it is most businesslike” – Benjamin Graham

Ditengah banyaknya para trader dan spekulan di pasar modal. Benjamin Graham justru memperkenalkan metode yang melihat saham sebagai bisnis jangka panjang. Melihat kondisi keuangan perusahaan yang menerbitkan saham di bursa merupakan hal wajib agar investor tidak membeli saham hanya Karena pergerakan harga sahamnya. Melainkan membeli saham Karena kita ingin memiliki bisnis tersebut.

  1. Marjin Keamanan

Membeli saham dengan memiliki marjin kemanan. Apa yang dimaksud marjin keamanan oleh Graham ? Menurut buku The Warren Buffet Way karya Robert G. Hagstrom. Marjin kemanan menurut Graham yaitu membeli saham disaat ada nya perbedaan antara harga saham dengan nilai intrinsiknya.

“A great company is not a great investment if you pay too much for the stock” – Benjamin Graham

Nilai intrinsic menurut Benjamin graham adalah aset bersih perusahaan dengan cara mengurangi total aktiva perusahaan dengan total kewajibannya setelah itu hasilnya dapat digunakan untuk mengukur Book Value atau nilai buku dari perusahaan tersebut.

  1. Membeli saham yang murah

Nah yang berikutnya adalah membeli saham murah. Selain menggunakan marjin keamanan. Graham menggunakan price earning ratio atau rasio harga laba yang sering kita sebut dengan PER. Rasio ini dibandingkan dengan rasio harga laba dari indeks saham. Kita dapat melihat rasio per di www.idx.co.id untuk indeks saham Indonesia.

  1. Utang yang lebih kecil dari asetnya

Nah yang terakhir untuk meningkatkan keamanan berinvestasi Graham melihat jumlah utang perusahaan yang harus lebih kecil daripada nilai asetnya. Kita dapat menggunakan Debt to Asset Ratio (DAR) atau Debt to Equity Ratio sebagai bahan pertimbangan.

sumber;

The Warren Buffet Way

The Intelligent Investor

28 Feb

Investasi Ala Warren Buffet

warren-buffet-008

Investasi Ala Warren Buffet

Siapa yang tidak kenal dengan Warren E. Buffet ? bahkan seorang yang hanya tau sekilas tentang pasar modal tahu. Warren E. Buffet adalah seorang investor tersukses di dunia. Dia dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia pada tahun 2008.

Lalu bagaimana sih cara Warren Buffet melakukan investasinya ?

  1. Membeli perusahaan yang murah adalah langkah investor yang cerdas!

Hal yang pertama dilakukan buffet adalah memastikan perusahaan itu berada di harga yang murah. Bahkan slogan dari Warren Buffet adalah :

buffett_wonderful_company

Yaitu lebih baik membeli perusahaan yang sangat bagus di harga yang murah ketimbang membeli perusahaan yang biasa saja dengan harga yang mahal. Nah mengukur perusahaan murah atau mahal menggunakan analisis fundamental. Nilai perusahaan itu kita sebut dengan intrinsic value atau nilai intrinsiknya.

  1. Fokus kepada pengembalian ekuitas bukan laba per saham.

Warren Buffet lebih senang perusahaan dengan pengembalian ekuitas yang tinggi ketimbang pertumbuhan laba per saham. Karena menurutnya pengembalian ekuitas artinya perusahaan mampu mengembalikan laba yang tinggi dengan modal yang ditanamkan oleh investor.

Kamu dapat menghitung pengembalian ekuitas dengan membagi laba bersih dengan total ekuitasnya.

 return on equity ratio

  1. Carilah perusahaan yang memiliki marjin laba yang besar.

Dengan memiliki marjin laba yang besar artinya perusahaan memiliki biaya operasional yang rendah. Dengan operasional yang rendah artinya perusahaan dapat beroperasi dengan efisien. Dengan biaya operasional yang rendah perusahaan akan memperoleh laba yang lebih besar pula.

  1. Prinsip satu dollar

Apa itu prinsip satu dollar ? Yaitu apabila perusahaan memutuskan untuk tidak membagikan deviden dan lebih memfokuskannya kepada laba ditahan. Perusahaan ditutuntut untuk memperoleh laba dua dollar dari setiap 1 dollar yang diinvestasikan perusahaan. Ya mudahnya perusahaan harus memperoleh pendapatan dua kali lipat atas laba yang ditahan untuk periode berikutnya. Karena jika dibawah satu dollar atau bahkan perusahaan malah mengalami kerugian itu adalah uang yang terbuang sia-sia.

  1. Manajemen yang luar biasa

Yang terakhir Warren Buffet hanya menginvestasikannya kepada perusahaan yang dipimpin oleh orang-orang yang luar biasa. Terutama manejemen yang jujur, karena bagi Warren Buffet menilai karakteristik seseorang jauh lebih rumit ketimbang menilai perusahaan. Karena kejujuran adalah sesuatu yang mahal jangan mengharapkannya dari orang-orang yang murahan.

5174c18cf33c7a85981c47a1f3908b35

Sumber :

The Warren Buffet Way, Robert G Hagstorm

The Essay of Warren Buffet