08 Mei

Mengintip Serunya Sekolah Pasar Modal Gelombang 2 (4 Mei 2017)

 

Sekolah Pasar Modal Gelombang 2 (4 Mei 2017) berjalan dengan lancar dan seru banget pada Level 1 dibawakan dari Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia materi yang diberikan tentang kenapa kita harus berinvestasi di saham serta keuntungan-keuntungan investasi disaham dibandingkan instrumen lainnya.DSC_4174 DSC_4175 DSC_4180

Pada Level 2 materi disampaikan dari PT Valbury Sekuritas Indonesia, tentang pandangan analis terhadap ekonomi untuk beberapa bulan kedepan. Menurutnya beberapa bulan kedepan Pasar Saham akan sedikit bergejolak karena aksi ambil untung investor dan kurangnya sentimen positif di pasar.DSC_4192 DSC_4196 DSC_4198 DSC_4201

10 Apr

Serunya Sekolah Pasar Modal 29 Maret 2017

Cover-SPM

Galeri Investasi Universitas Gunadarma bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia dan PT Valbury Sekuritas Indonesia mengadakan Sekolah Pasar Modal (SPM) pada tanggal 29 Maret 2017 kemarin.

SPM berlangsung selama dua sesi. Sesi pertama dibawakan oleh Pak Fadly Fattah dari PT Bursa Efek Indonesia yang mengajarkan tentang pentingnya berinvestasi sejak dini dan mengenalkan manfaat apa saja yang di dapat jika berinvestasi di Pasar Modal Indonesia.

SPMe3

SPMe4Setelah memberikan materi SPM sesi pertama peserta SPM diberikan makan siang dan makan siang bersama. Setelah menyelesaikan makan siang dan beristirahat sejenak SPM sesi kedua dibawakan oleh Bapak Alfiansyah yaitu Head of Research PT Valbury Sekuritas indonesia pada sesi kedua ini Bapak Alfiansyah mengajarkan metode analisis untuk berinvestasi di pasar modal.

SPMe6

SPMe7

SPMe1

SPMe2

SPMe5

Nah seru kan makanya yuk ikut Sekolah Pasar Modal jika ingin ikutan juga kamu dapat mendaftar Sekolah Pasar modal via link berikut http://gi.gunadarma.ac.id/?p=1101

 

 

21 Mar

Mengintip serunya Seminar “Peluang Investasi Saham di Tahun Ayam Api” 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Halo Sahabat Galeri tanggal 16 Maret 2017 kemarin KSPM Universitas Gunadarma dan Galeri Investasi Universitas Gunadarma bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia dan PT Valbury Sekuritas Indonesia mengadakan acara seminar “Peluang Investasi Saham di Tahun Ayam Api”. Nah mau tahu gimana kegiatannya ? Yuk simak foto-foto kegiatan kita.

Pemberian GoodieBag

Peserta absen

Kegiatan pertama diawali dengan pendaftaran ulang bagi peserta baik mahasiswa maupun dosen. Peserta mendpatkan Goodie Bag gratis dari PT Valbury Sekuritas Indonesia. Para pembicara juga sudah berkumpul acara siap dimulai.

Pembicara dan moderator telah berkumpul

Peserta yang sudah registrasi di arahkan oleh kakak panita ini.Penerima Peserta

Nah kemudian ada sambutan juga dari ketua panitia acara yaitu Yurian Haris.

Ketua panitia sambutan

 

 

Kemudian Ketua Galeri Investasi Bapak Alvin Pratama memberikan sambutan.

Sambutan Pak Alvin

Sambutan  berikutnya oleh Bapak Hosea Nicky Hogan ternyata perekonomian ekonomi kita lagi bagus-bagusnya loh. Bapak Hosea Nicky Hogan adalah Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia.

Sambutan Pak Nicky

Habis itu ada sharing pengalaman berinvestasi di pasar modal oleh Kak Dimas Raka Prayudha. Dia sharing tentang saat dia sukses menjadi juara di suatu kompetisi saham.Dimas Sharing pengalaman

Habis itu ada Pak Hosea Nicky Hogan memberikan materi tentang kenapa kita harus berinvestasi di pasar modal.materi pak nicky

Nah setelah pembawaan materi dari Bapak Hosea Nicky Hogan selanjutnya pembawaan materi oleh Bapak Nico Omer yaitu Head of Research PT Valbury Sekuritas Indonesia memberikan pandangannya tetap saham-saham yang menarik untuk diinvestasikan.

Pak Nico MateriPak Nico Mater 2

Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab para peserta sangat aktif dalam memberikan pertanyaan.Sesi Tanya Jawab 5 Sesi Tanya Jawab 4 Sesi Tanya Jawab 3 Sesi Tanya Jawab 2

Gak hanya praktikan moderator dan para pembicara sangat baik dalam memberikan jawaban. Sesi Tanya JawabPak Nicky Menjawab copy Pak Nico Menjawab

Setelah memasukin akhir acara Bapak Alvin Pratama selaku moderator dan Ketua Galeri Investasi Universitas Gunadarma memberikan plakat kepada kedua pembicara.Penyerahan plakat Penyerahan plakat 2

Plakat      Setelah penyerahan plakat ada sesi foto-foto dengan pembicara, para panitia semangat sekali berfoto dengan pembicara.Pak Nico dan Pak Alvin dan MC Pak Nico dan MC Pak Nico dan KNPM Pak Nico dan Asisten

Nah bagaimana menurut kalian acaranya seru kan ? Makanya jangan lupa untuk ikuti terus sosial media dan kegiatan dari Galeri Investasi Universitas Gunadarma. Kamu juga bisa belajar dengan datang ke Galeri Investasi Universitas Gunadarma.

02 Mar

Investasi Ala Benjamin Graham

A8

The Intelligent Investor

Mungkin teman-teman sudah pernah dengar kata tersebut. Ya itu adalah judul buku yang membuat seorang anak muda yang kini menjadi salah satu orang terkaya dunia yaitu “Warren Buffet”. The Intelligent Investor adalah buku karya Benjamin Graham. Dalam bukunya menggambarkan bagaimana gaya investasi Benjamin Graham melakukan investasi jangka panjang dan mencari “marjin keamanan” atau “Margin of Safety”. Alasan Benjamin Graham menulis buku ini Karena untuk memperkenalkan gaya investasi yang sebenarnya. Lalu bagaimana sih cara Benjamin Graham melakukan investasinya ?

  1. Membeli saham seperti membeli bisnis

“Investment is most intelligent when it is most businesslike” – Benjamin Graham

Ditengah banyaknya para trader dan spekulan di pasar modal. Benjamin Graham justru memperkenalkan metode yang melihat saham sebagai bisnis jangka panjang. Melihat kondisi keuangan perusahaan yang menerbitkan saham di bursa merupakan hal wajib agar investor tidak membeli saham hanya Karena pergerakan harga sahamnya. Melainkan membeli saham Karena kita ingin memiliki bisnis tersebut.

  1. Marjin Keamanan

Membeli saham dengan memiliki marjin kemanan. Apa yang dimaksud marjin keamanan oleh Graham ? Menurut buku The Warren Buffet Way karya Robert G. Hagstrom. Marjin kemanan menurut Graham yaitu membeli saham disaat ada nya perbedaan antara harga saham dengan nilai intrinsiknya.

“A great company is not a great investment if you pay too much for the stock” – Benjamin Graham

Nilai intrinsic menurut Benjamin graham adalah aset bersih perusahaan dengan cara mengurangi total aktiva perusahaan dengan total kewajibannya setelah itu hasilnya dapat digunakan untuk mengukur Book Value atau nilai buku dari perusahaan tersebut.

  1. Membeli saham yang murah

Nah yang berikutnya adalah membeli saham murah. Selain menggunakan marjin keamanan. Graham menggunakan price earning ratio atau rasio harga laba yang sering kita sebut dengan PER. Rasio ini dibandingkan dengan rasio harga laba dari indeks saham. Kita dapat melihat rasio per di www.idx.co.id untuk indeks saham Indonesia.

  1. Utang yang lebih kecil dari asetnya

Nah yang terakhir untuk meningkatkan keamanan berinvestasi Graham melihat jumlah utang perusahaan yang harus lebih kecil daripada nilai asetnya. Kita dapat menggunakan Debt to Asset Ratio (DAR) atau Debt to Equity Ratio sebagai bahan pertimbangan.

sumber;

The Warren Buffet Way

The Intelligent Investor

28 Feb

Investasi Ala Warren Buffet

warren-buffet-008

Investasi Ala Warren Buffet

Siapa yang tidak kenal dengan Warren E. Buffet ? bahkan seorang yang hanya tau sekilas tentang pasar modal tahu. Warren E. Buffet adalah seorang investor tersukses di dunia. Dia dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia pada tahun 2008.

Lalu bagaimana sih cara Warren Buffet melakukan investasinya ?

  1. Membeli perusahaan yang murah adalah langkah investor yang cerdas!

Hal yang pertama dilakukan buffet adalah memastikan perusahaan itu berada di harga yang murah. Bahkan slogan dari Warren Buffet adalah :

buffett_wonderful_company

Yaitu lebih baik membeli perusahaan yang sangat bagus di harga yang murah ketimbang membeli perusahaan yang biasa saja dengan harga yang mahal. Nah mengukur perusahaan murah atau mahal menggunakan analisis fundamental. Nilai perusahaan itu kita sebut dengan intrinsic value atau nilai intrinsiknya.

  1. Fokus kepada pengembalian ekuitas bukan laba per saham.

Warren Buffet lebih senang perusahaan dengan pengembalian ekuitas yang tinggi ketimbang pertumbuhan laba per saham. Karena menurutnya pengembalian ekuitas artinya perusahaan mampu mengembalikan laba yang tinggi dengan modal yang ditanamkan oleh investor.

Kamu dapat menghitung pengembalian ekuitas dengan membagi laba bersih dengan total ekuitasnya.

 return on equity ratio

  1. Carilah perusahaan yang memiliki marjin laba yang besar.

Dengan memiliki marjin laba yang besar artinya perusahaan memiliki biaya operasional yang rendah. Dengan operasional yang rendah artinya perusahaan dapat beroperasi dengan efisien. Dengan biaya operasional yang rendah perusahaan akan memperoleh laba yang lebih besar pula.

  1. Prinsip satu dollar

Apa itu prinsip satu dollar ? Yaitu apabila perusahaan memutuskan untuk tidak membagikan deviden dan lebih memfokuskannya kepada laba ditahan. Perusahaan ditutuntut untuk memperoleh laba dua dollar dari setiap 1 dollar yang diinvestasikan perusahaan. Ya mudahnya perusahaan harus memperoleh pendapatan dua kali lipat atas laba yang ditahan untuk periode berikutnya. Karena jika dibawah satu dollar atau bahkan perusahaan malah mengalami kerugian itu adalah uang yang terbuang sia-sia.

  1. Manajemen yang luar biasa

Yang terakhir Warren Buffet hanya menginvestasikannya kepada perusahaan yang dipimpin oleh orang-orang yang luar biasa. Terutama manejemen yang jujur, karena bagi Warren Buffet menilai karakteristik seseorang jauh lebih rumit ketimbang menilai perusahaan. Karena kejujuran adalah sesuatu yang mahal jangan mengharapkannya dari orang-orang yang murahan.

5174c18cf33c7a85981c47a1f3908b35

Sumber :

The Warren Buffet Way, Robert G Hagstorm

The Essay of Warren Buffet