22 Jul

Psikologis Investor yang Harus di Waspadai

Psikologis Investor yang Harus di Waspadai! 

Selama beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan apa yang sepertinya menjadi sebuah revolusi.. Yaitu cara baru memandng berbagai isu keuangan melalui kerangka berpikir perilaku manusia. Paduan ekonomi dan psikologi di kenal sebagai behavioral finance atau Keuangan Perilaku menurut Mantan Ekonomi Cornell, yaitu Richard Thaler. Hal ini terdiri dari psikologi investor yang sebaiknya di waspadai, apa aja psikologis itu ? Galeri Investasi mempersembahkan Psikologis Investor yang Harus di Waspadai.

 1. Terlalu Percaya Diri

Yang pertama adalah terlalu percaya diri. Memang percaya diri itu bukanlah hal yang buruk. Tetapi terlalu percaya diri adalah suatu masalah lain, dan khususnya bisa saja merusak kita berkaitan dengan urusan keuangan masing-masing investor.

Investor yang terlalu percaya diri tidak hanya mengambil keputusan bodoh untuk diri mereka sendiri tapi juga menimbulkan efek kuat pada pasar secara keseluruhan.

2. Bias Reaksi Berlebihan

Yang kedua adalah Bias reaksi berlebihan, menyebut beberapa studi terbaru yang menunjukkan bagaimana orang terlalu menekankan peristiwa-peristiwa kebetuan, berpikir mereka menemukan trend. Khususnya, investor cenderung terpaku pada informasi yang terbaru mereka terima dan melakukan pemaparan darinya; laporan laba terakhir karena itu menjadi, dalam benak mereka, sinyal laba masa depan. Lalu karena percaya mereka meihat apa yang tidak dilihat orang lain, mereka mengambil keputusan cepat dari logika yang dangkal.

3. Menolak Untuk Rugi

Menurut ahli perilaku, rasa sakit karena kerugian jauh lebih besar dari kesenangan mendapatkan untung. Banyak eksperimen, oleh Thaler dan lainnya, telah menunnjukkan bahwa orang perlu dua kali positif untuk mengatasi satu negative. Penolakan mereka terhadap kerugian membuat para investor bersikap sangat konservatif, dan menyebabkan kerugian besar. Kita semua ingin percaya bahwa kita telah mengambil keputusan yang baik, kita berpegang pada pilihan yang buruk

4. Akuntansi Mental

Aspek terakhir keuangan perilaku yang pantas mendapatkan perhatian adalah apa yang disebut para psikolog sebagai akuntansi mental. Ini adalah kebiasaan kita menggeser perspektif kita tentang uang sewaktu kondisi di sekitar berubah.