07 Jul

Investasi Saham Ala Warren Buffet

Halo sahabat Galeri! Kenalkah kamu dengan Warren Buffet? Ia membeli saham pertamanya di umur 11 tahun. Sekarang, 80 Tahun kemudian Warren Buffet telah beberapa kali menyandang sebagai orang terkaya di dunia bergantian dengan sahabatnya Bill Gates. Lalu bagaimana cara Warren Buffet berinvestasi? Galeri Investasi mempersembahkan Investasi Saham Ala Warren Buffet.

Menurut Robert G. Hagstorm, dalam bukunya The Essential Buffet gaya investasi Buffet di bagi menjadi 4 Kelompok, Yaitu:

  1. Prinsip Bisnis
  2. Prinsip Manajemen
  3. Prinsip Finansial
  4. Prinsip Pasar

Yang pertama adalah prinsip bisnis. Buffet percaya, bahwa tidak ada perbedaan nyata antara membeli sebuah bisnis secara langsung dan membeli saham dari sebuah bisnis. Apapun kasusnya, dia mengikuti strategi dasar yang sama yaitu bisnis yang mudah dipahami, memiliki prospek yang baik dalam jangka panjang, serta memiliki sejarah operasi yang konsisten.

Dalam pandangan Bufffet, kesuksesan finansial investor berhubungan dengan tingkatan sejauh mana mereka memahami investasi mereka. Pemahaman ini adalah sebuah ciri pembeda yang memisahkan investor yang memiliki orientasi bisnis dari para investor nekat atau spekulan yang hanya membeli saham.

Tentu saja masing-masing investor memiliki pemahaman khusus terhadap suatu bisnis, seperti seorang dokter yang tahu obat mana yang paling laris, dan seorang penjaga warung yang tahu merek mie instan apa yang paling digemari.

Dalam prinsip bisnis juga kita harus memperhatikan Sejarah Operasi yang Konsisten, Buffet memahami bahwa pengembalian terbaik dicapai oleh perusahaan yang memproduksi porduk atau jasa yang sama selama bertahun-tahun. Melakukan perubahan bisnis yang besar meningkatkan kemungkinan terjadinya kesalahan bisnis yang besar pula.

Nah pada prinsip bisnis yang ketiga untuk bisa sepenuhnya memahami prospek jangka panjang dari sebuah bisnis, pertama kita harus menentukan apakah bisnis itu merupakan waralaba atau sebuah komoditas. Waralaba ini didefinisikan sebagai sebuah perusahaan yang menyediakan produk atau jasa yang dibutuhkan atau diinginkan, tidak punya pesaing dekat, dan tidak tergeulasi. Ciri-ciri ini meungkinkan sebuah perusahaan untuk meningkatkan harganya tanpa kehilangan pangsa pasar atau penjualannya.

Prinsip kedua bagi Buffet yaitu Prinsip Manajemen, Warren Buffet sendiri lebih menyenangi manajemen yang berperilaku dan berpikir seperti seorang pemilik perusahaan. Karena manajemen yang memiliki pemikiran seperti itu tidak mengabaikan tujuan utama yang dimiliki perusahaan, serta mengambil keputusan rasional yang mendorong tujuan itu. Nah 3 hal yang harus diperhatikan pada prinsip ini yaitu: Manajemen harus rasiona, jujur apa adanya kepada pemegang saham, serta harus melawan imperative institusional.

Nah prinsip Buffet yang ketiga adalah Prinsip Finansial, pada prinsip ini Buffet menegaskan 4 hal:

  1. Fokus pada ROE, bukan pada EPS, Hal ini karena EPS merupakan kabut asap bagi investor karena, sebagian besar perusahaan menahan sebagian dari laba tahun sebelumnya sebagai cara meningkatkan basis ekuitasnya,
  2. Hitunglah laba pemilik, untuk mendapatkan cerminan sebenarnya dari nilai. Nah disni untuk mencari laba pemilik yaitu dapat dihitung dengan cara menjumlahkan laba bersih dengan depresiasi dan amortisasi kemudian dikurangi dengan belanja modal perusahaan. (Laba Pemilik
  3. Cari perusahaan dengan margin profit yang tinggi atau berbiaya rendah
  4. Dan mencari tahu apakah perusahaan menghasilkan paling tidak satu dolar nilai pasar dari yang ditahan. Disini lebih melihat apakah harga selama beberapa tahun kebelakang apakah harga sahamnya selalu bergerak mengikuti kinerja sahamnya atau tidak.

Yang terakhir adalah prinsip pasar, pada prinsip ini akan mengarah pada satu titik keputusan yaitu membeli atau tidak membeli saham sebuah perusahaan. Pada titik itu, investor menimbang dua faktor yaitu, Apakah perusahaan ini punya nilai yang baik? Dan Apakah sekarang masa membeli yang tepat atau, apakah harganya menguntungkan. Harga saham ditentukan oleh bursa saham sedangkan nilai ditentukan oleh analis/ investor, setelah menimbang semua informasi yang telah dimiliki tentukanlah nilai bisnis tersebut dan beli bisnis tersebut dengan diskon signifikan terhadap nilainya.