20 Okt

Yuk lihat serunya acara Bareksa Goes to Campus

Halo sahabat Galeri! Pada tanggal 29 September 2017 kemarin Kelompok Studi Pasar Modal atau KSPM mengadakan acara Bareksa Goes to Campus. Yaitu pengenalan kepada mahasiswa tentang jenis investasi Reksadana. Bagaimana keseruannya? Yuk simak foto-foto kegiatan tersebut.

DSC_4459

Sambutan dari Ketua Galeri Investasi Bapak Alvin Pratama

DSC_4485

WhatsApp Image 2017-09-29 at 15.10.36

Penyampaian materi dari Manajer Investasi PT Sinarmas Assets Management

DSC_4510

WhatsApp Image 2017-09-29 at 15.10.33

Penyampaian materi dari Perwakilan Bareksa.com

DSC_4532    WhatsApp Image 2017-09-29 at 16.13.47 WhatsApp Image 2017-09-29 at 16.14.21

Ada games dan hadiah berupa dana investasi untuk peserta juga loh! 

18 Sep

Open Recruitment Asisten

Artboard 1

OPEN RECRUITMENT – Asisten Galeri Investasi Universitas Gunadarma

Persyaratan :

1. IPK minimal 3,00.
2. Pernah mengikuti kegiatan berkaitan dengan pasar modal. Bila ada lampirkan fotokopi sertifikat (seminar/ workshop).
3. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
4. Berlaku untuk semua jurusan, minimal semester 4.
5. Melampirkan CV, download format CV di website
gi.gunadarma.ac.id (klik disini)
6. Melampirkan rangkuman nilai IPK terakhir.
7. Melampirkan fotokopi KTM / KRS.
8. Melampirkan pas foto 4×6 (2 lembar)
9. Melampirkan video durasi maksimal 2 menit dan memuat informasi sebagai berikut :
a. Memperkenalkan diri nama lengkap, alamat, jurusan dan kelas*
b. Sebutkan kelebihan dan kekurangan diri anda.
c. Alasan tertarik melamar di Galeri Investasi.
d. Ceritakan dengan singkat pengetahuan tentang investasi saham.

Upload video di Youtube dengan judul REKRUTMEN GIUG 2017 – NAMA NPM dan lampirkan link di CV serta kirimkan linknya ke email : galeriinvestasi.ug@gmail.com.

subject :
Rekrutmen Asisten GIUG 2017-Nama-NPM
contoh :
Rekrutmen Asisten GIUG 2017-Desmond Miles-13112647

Berkas dimasukan ke dalam map ’’Diamond’’
Pria : Map Hijau
Wanita : Map Kuning

Berkas diserahkan ke :
Counter Galeri Investasi
(Senin – Jumat, 09:00-17:00)

Pendaftaran di buka tanggal :
18 September – 31 Oktober 2017

16 Sep

Sejarah Galeri Investasi Universitas Gunadarma

Banner Head-01

Bagi anda yang ingin belajar tentang bagaimana berinvestasi saham, kini telah hadir Galeri Investasi UG (GIUG) yang berlokasi di Kampus E. GIUG resmi berdiri pada tanggal 29 Juli 2015 dan diresmikan oleh Rektor Universitas Gunadarma dan Direktur dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Direktur PT Valbury Asia Securities (sekarang PT Valbury Sekuritas Indonesia).

DSC_0109a

Dari kiri ke kanan: Benny Andrewijaya (Direktur Utama PT Valbury Sekuritas Indonesia), Prof. Dr. E.S. Margianti, SE., MM. (Rektor, Universitas Gunadarma), Hosea Nicky Hogan (Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia)

GIUG merupakan pusat pembelajaran dan pusat informasi mengenai pasar modal khususnya pasar saham. GI dilengkapi dengan fasilitas seperti perpustakaan yang berisikan buku-buku praktis, text book dan publikasi BEI, ruang trading dimana pengunjung dapat mempelajari bagaimana melakukan transaksi jual beli saham lewat online trading system, dan ruang workshop yang merupakan tempat diselenggarakannya workshop dan seminar secara berkala.

Pendirian GI dimaksudkan untuk menjembatani antara teori dan praktek investasi pasar modal dengan memberikan edukasi yang berkualitas, sistematis, dan inovatif kepada seluruh civitas akademika Universitas Gunadarma.

04 Agu

Spekulasi saham Ala Jesse Livermore

 Halo sahabat Galeri tahukah kamu Jesse Livermore ? Dia adalah seorang spekulan saham atau trader terbesar di dunia. Kemampuannya dalam memprediksi pergerakan harga saham dapat merubah modal pertamanya yang hanya sebesar US$ 5 menjadi lebih dari US$ 3 Juta. Nah bagaiman cara Jesse Livermore melakukan trading saham? Yuk Simak, Galeri Investasi mempersembahkan Spekulasi Saham Ala Jesse Livermore.

Pada dasarnya sangat banyak metode yang dapat digunakan untuk melakukan trading saham, Namun biasanya dikemas dalam sesuatu yang disebut dengan trading system atau aturan trading. Nah Strategi Trading Saham Jesse Livermore secara garis besar dibagi menjadi tiga hal, yaitu :

  1. Lakukanlah transaksi hanya jika trend mendukung
  2. Belilah atau perhatikan hanya saham-saham ungulan yang ada di sektornya.
  3. Lakukan buy ketika terjadi new high atau harga melampui level tertinggi

Yang pertama adalah lakukan transaksi hanya jika trend mendukung. Pada dasarnya Jesse Livermore adalah seorang market followers dimana lebih memperhatikan arah pergerakan harga sahamnya. Yaitu membeli pada saat kondisi trend yang sedang naik, dan bersiap menjual ketika terjadi pembalikan trend menjadi trend turun. Lalu pada saat sideways atau harga sahamnya cenderung bergerak datar. Jesse Livermore leih menggunakan support dan resistance sebagai acuan jual dan beli.

Yang kedua adalah contrarian, yaiu metode yang menggunakan support dan resistance untuk mengambil posisi menjual dan membeli. Pada saat harga bergerak pada range tertentu, Livermore akan membeli pada support line (harga rendah) dan mejual pada resistant line (harga tinggi). Walupun sebenarnya support dan resistance terbentuk atas psikologis pasar contrarian yang dimaksud Livermore sangat berbeda dengan apa yang kita ketahui saat ini yaitu pembelian berdasarkan feeling yang salah.

Yang ketiga adalah value invest atau investasi berdasarkan nilai.  Biasanya melakukan transaksi ketika terjadi penurunan dengan persentase tertentu dan membandingkannya dengan PER (Price Earning Ratio). Lebih tepatnya lebih membandingkan antara harga dan nilai perusahaan. Apakah perusahaan murah atau mahalnya dilihat melalui PER. Walaupun seorang spekulan dibuku Jesse Livermore disebutkan bahwa juga penting membandingkan antara harga nilai perusahaan. Tetapi sepertinya Livermore jarang menggunakan metode yang satu ini.

Ada beberapa saran, yang diberikan oleh Jesse Livermore kepada trader diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Buatlah trading plan yaitu sebuah kondisi dimana kita harus membeli, menjual, dan membatasi kerugian, dan patuhi aturan tersebut
  2. Saat memulai transaksi gunakanlah dengan jumlah yang sedikit terlebih dahulu, jika kemungkinannya semakin besar baru bertransaksi dengan jumlah yang besar pula. Karena pada dasarnya kita sebagaimana manusia pada umumnya pasti melakukan kesalahan.
  3. Jangan dengarkan kata orang. Hal ini berdasarkan pengalaman Jesse Livermore sehingga mengalami kerugian yang besar.

Ada kutipan menarik dari “Jesse Livermore” Yaitu, “Play the market only when all factors are in your favor. No person can play the market all the time and win. There are times when you shoud be completely out of the market, for emotional as well as economic reason”. Yang menandakan bahwa tidak setiap kondisi kita harus melakukan trading. Lakukanlah ketika semua kondisi yang kita tetapkan telah terpenuhi. Karena pada dasarnya tidak semua orang dapat bermain berspekulasi dan menang ada kalanya menjauhi pasar adalah pilihan yang tepat, hal itu untuk kepentingan emosi dan alasan ekonomi pula

22 Jul

Psikologis Investor yang Harus di Waspadai

Psikologis Investor yang Harus di Waspadai! 

Selama beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan apa yang sepertinya menjadi sebuah revolusi.. Yaitu cara baru memandng berbagai isu keuangan melalui kerangka berpikir perilaku manusia. Paduan ekonomi dan psikologi di kenal sebagai behavioral finance atau Keuangan Perilaku menurut Mantan Ekonomi Cornell, yaitu Richard Thaler. Hal ini terdiri dari psikologi investor yang sebaiknya di waspadai, apa aja psikologis itu ? Galeri Investasi mempersembahkan Psikologis Investor yang Harus di Waspadai.

 1. Terlalu Percaya Diri

Yang pertama adalah terlalu percaya diri. Memang percaya diri itu bukanlah hal yang buruk. Tetapi terlalu percaya diri adalah suatu masalah lain, dan khususnya bisa saja merusak kita berkaitan dengan urusan keuangan masing-masing investor.

Investor yang terlalu percaya diri tidak hanya mengambil keputusan bodoh untuk diri mereka sendiri tapi juga menimbulkan efek kuat pada pasar secara keseluruhan.

2. Bias Reaksi Berlebihan

Yang kedua adalah Bias reaksi berlebihan, menyebut beberapa studi terbaru yang menunjukkan bagaimana orang terlalu menekankan peristiwa-peristiwa kebetuan, berpikir mereka menemukan trend. Khususnya, investor cenderung terpaku pada informasi yang terbaru mereka terima dan melakukan pemaparan darinya; laporan laba terakhir karena itu menjadi, dalam benak mereka, sinyal laba masa depan. Lalu karena percaya mereka meihat apa yang tidak dilihat orang lain, mereka mengambil keputusan cepat dari logika yang dangkal.

3. Menolak Untuk Rugi

Menurut ahli perilaku, rasa sakit karena kerugian jauh lebih besar dari kesenangan mendapatkan untung. Banyak eksperimen, oleh Thaler dan lainnya, telah menunnjukkan bahwa orang perlu dua kali positif untuk mengatasi satu negative. Penolakan mereka terhadap kerugian membuat para investor bersikap sangat konservatif, dan menyebabkan kerugian besar. Kita semua ingin percaya bahwa kita telah mengambil keputusan yang baik, kita berpegang pada pilihan yang buruk

4. Akuntansi Mental

Aspek terakhir keuangan perilaku yang pantas mendapatkan perhatian adalah apa yang disebut para psikolog sebagai akuntansi mental. Ini adalah kebiasaan kita menggeser perspektif kita tentang uang sewaktu kondisi di sekitar berubah.

13 Jul

Pengenalan Pasar Modal Syariah

Yuk berinvestasi secara Syariah!

Assalamu’alaikum sahabat Galeri! Tahukah kamu kalau kita bisa berinvestasi di efek atau surat berharga seperti saham, obligasi, reksadana dan lain-lain dapat dilakukan secara Syariah? Buat kamu yang belum tahu, Yuk simak.. Galeri Investasi mempersembahkan “Berinvestasi di pasar modal secara Syariah!”

Sebenarnya apa itu “efek Syariah?” Efek sebagaimana di maksud dalam Undang-undang pasar modal dan peraturan pelaksanaanya yang akad, cara, dan kegiatan usaha yang menjadi landasan penerbitannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal.

Efek Syariah terdiri dari saham Syariah, sukuk negara, sukuk korporasi, reksadana Syariah, dan ETF Syariah.

Saham Syariah ditentukan berdasarkan proses seleksi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu dengan kriteria : 1) Tidak melakukan kegiatan usaha yang dilarang secara syariah dan tercatat di BEI (seperti menjual narkoba dan minuman keras, 2) Rasio utang berbasi bunga dibandingkan total asset kurang dari 45% yang terakhir 3) Rasio pendapatan non halal terhadap total pendapatan kurang dari 10%

Nah buat kamu yang masih bingung tentang saham mana saja yang sudah termasuk saham Syariah, kamu tinggal melihat saham-saham yang termasuk kedalam indeks Syariah seperti : Indeks Saham Syariah Indonesia atau ISSI dan Jakarta Islamic Index (JII)

Ada beberapa anggota bursa yang telah mendukung Sistem Online Trading Syariah atau SOTS loh! Jadi kamu hanya bisa membeli saham-saham Syariah saja.

Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang saham Syariah kamu bisa datang langsung ke Galeri Investasi dan bertanya dengan kakak asisten kamu juga bisa belajar melalui buku yang telah disediakan.

 

07 Jul

Investasi Saham Ala Warren Buffet

Halo sahabat Galeri! Kenalkah kamu dengan Warren Buffet? Ia membeli saham pertamanya di umur 11 tahun. Sekarang, 80 Tahun kemudian Warren Buffet telah beberapa kali menyandang sebagai orang terkaya di dunia bergantian dengan sahabatnya Bill Gates. Lalu bagaimana cara Warren Buffet berinvestasi? Galeri Investasi mempersembahkan Investasi Saham Ala Warren Buffet.

Menurut Robert G. Hagstorm, dalam bukunya The Essential Buffet gaya investasi Buffet di bagi menjadi 4 Kelompok, Yaitu:

  1. Prinsip Bisnis
  2. Prinsip Manajemen
  3. Prinsip Finansial
  4. Prinsip Pasar

Yang pertama adalah prinsip bisnis. Buffet percaya, bahwa tidak ada perbedaan nyata antara membeli sebuah bisnis secara langsung dan membeli saham dari sebuah bisnis. Apapun kasusnya, dia mengikuti strategi dasar yang sama yaitu bisnis yang mudah dipahami, memiliki prospek yang baik dalam jangka panjang, serta memiliki sejarah operasi yang konsisten.

Dalam pandangan Bufffet, kesuksesan finansial investor berhubungan dengan tingkatan sejauh mana mereka memahami investasi mereka. Pemahaman ini adalah sebuah ciri pembeda yang memisahkan investor yang memiliki orientasi bisnis dari para investor nekat atau spekulan yang hanya membeli saham.

Tentu saja masing-masing investor memiliki pemahaman khusus terhadap suatu bisnis, seperti seorang dokter yang tahu obat mana yang paling laris, dan seorang penjaga warung yang tahu merek mie instan apa yang paling digemari.

Dalam prinsip bisnis juga kita harus memperhatikan Sejarah Operasi yang Konsisten, Buffet memahami bahwa pengembalian terbaik dicapai oleh perusahaan yang memproduksi porduk atau jasa yang sama selama bertahun-tahun. Melakukan perubahan bisnis yang besar meningkatkan kemungkinan terjadinya kesalahan bisnis yang besar pula.

Nah pada prinsip bisnis yang ketiga untuk bisa sepenuhnya memahami prospek jangka panjang dari sebuah bisnis, pertama kita harus menentukan apakah bisnis itu merupakan waralaba atau sebuah komoditas. Waralaba ini didefinisikan sebagai sebuah perusahaan yang menyediakan produk atau jasa yang dibutuhkan atau diinginkan, tidak punya pesaing dekat, dan tidak tergeulasi. Ciri-ciri ini meungkinkan sebuah perusahaan untuk meningkatkan harganya tanpa kehilangan pangsa pasar atau penjualannya.

Prinsip kedua bagi Buffet yaitu Prinsip Manajemen, Warren Buffet sendiri lebih menyenangi manajemen yang berperilaku dan berpikir seperti seorang pemilik perusahaan. Karena manajemen yang memiliki pemikiran seperti itu tidak mengabaikan tujuan utama yang dimiliki perusahaan, serta mengambil keputusan rasional yang mendorong tujuan itu. Nah 3 hal yang harus diperhatikan pada prinsip ini yaitu: Manajemen harus rasiona, jujur apa adanya kepada pemegang saham, serta harus melawan imperative institusional.

Nah prinsip Buffet yang ketiga adalah Prinsip Finansial, pada prinsip ini Buffet menegaskan 4 hal:

  1. Fokus pada ROE, bukan pada EPS, Hal ini karena EPS merupakan kabut asap bagi investor karena, sebagian besar perusahaan menahan sebagian dari laba tahun sebelumnya sebagai cara meningkatkan basis ekuitasnya,
  2. Hitunglah laba pemilik, untuk mendapatkan cerminan sebenarnya dari nilai. Nah disni untuk mencari laba pemilik yaitu dapat dihitung dengan cara menjumlahkan laba bersih dengan depresiasi dan amortisasi kemudian dikurangi dengan belanja modal perusahaan. (Laba Pemilik
  3. Cari perusahaan dengan margin profit yang tinggi atau berbiaya rendah
  4. Dan mencari tahu apakah perusahaan menghasilkan paling tidak satu dolar nilai pasar dari yang ditahan. Disini lebih melihat apakah harga selama beberapa tahun kebelakang apakah harga sahamnya selalu bergerak mengikuti kinerja sahamnya atau tidak.

Yang terakhir adalah prinsip pasar, pada prinsip ini akan mengarah pada satu titik keputusan yaitu membeli atau tidak membeli saham sebuah perusahaan. Pada titik itu, investor menimbang dua faktor yaitu, Apakah perusahaan ini punya nilai yang baik? Dan Apakah sekarang masa membeli yang tepat atau, apakah harganya menguntungkan. Harga saham ditentukan oleh bursa saham sedangkan nilai ditentukan oleh analis/ investor, setelah menimbang semua informasi yang telah dimiliki tentukanlah nilai bisnis tersebut dan beli bisnis tersebut dengan diskon signifikan terhadap nilainya.

17 Jun

Investasi Ala Benjamin Graham

Benjamin Graham adalah seorang tokoh yang dianggap sebagai pemimpin analisis finansial. Ia mendapat kehormatan itu karena “sebelum dirinya, tidak ada profesi [analisis finansial]“, Dua hasil karya Graham yang paling terkenal adalah Security Analysis, yang ditulinya bersama David Dodd, dan terbit pertama kali pada tahun 1934; dan The Intelligent Investor, yang pertama kali terbit pada tahun 1949.

Intisari Security Analysis adalah bahwa portofolio saham biasa yang terdiversifikasi dan terseleksi dengan baik, dengan didasarkan pada harga yang pantas, dapat menjadi investasi yang baik. Langkah demi langkah yang dilakukan secara hati-hati, Graham membantu para investor melihat logika dari pendekatannya.

Graham mempersempit konsep investasi yang baik menjadi suatu slogan yang disebutnya “marjin keamanan“. Dengan slogan ini, ia berpaya untuk menyatukan semua surat berharga, saham, dan obligasi menjadi satu pendekatan tunggal dalam berinvestasi.

Intinya, marjin keamanan ada di saat surat berharga (saham, obligasi, dll) yang dijual karena alasan apapun di harga yang lebih rendah dibandingkan nilai riilnya. Istilah membeli saham dibawah nilai riilnya kita akan sebut dengan undervalued. 

Semakin besar selisih antara harga saham dengan nilai intrinsiknya , maka konsep marjin keamanan dapat digunakan untuk memilih saham. Nah untuk mencari nilai ini. Graham mengakui bahwa para investor membutuhkan cara untuk mengidentifikasi saham-saham yang undervalued. Dan itu berarti mencari nilai yang ditentukan oleh fakta-fakta. Hal ini mencakup aset suatu perusahaan, pendapatan dan dividennya, dan prospek nyata apa pun di masa depan.

Terdapat dua pendekatan utama Graham untuk memilih sham biasa yang , jika diterapkan akan melekat dengan marjin keamanan. Pendekatan yang pertama adalah membeli suatu perusahaan dengan harga kurang dari dua per tiga dari nilai aset bersihnya. Dan kedua adalah memfokuskan pada saham-saham dengan rasio harga terhadap pendapatan (P/E) yang rendah.

Graham menganggap hal ini merupakan metode investasi yang mudah dan aman. Saham yang ingin dibeli Graham juga harus memiliki dividen yang besar serta utang yang kecil dalam kasusnya dividen yang dibagikan adalah 3% (dividen yield). Dan utang yang rendah dari asetnya (DAR < 1).

Sumber:

The Warren Buffet Way, Robert G Hagstorm

The Intelligent Investor, Benjamin Graham

The Essential Warren Buffet, Robert G Hagstorm

08 Mei

Mengintip Serunya Sekolah Pasar Modal Gelombang 2 (4 Mei 2017)

 

Sekolah Pasar Modal Gelombang 2 (4 Mei 2017) berjalan dengan lancar dan seru banget pada Level 1 dibawakan dari Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia materi yang diberikan tentang kenapa kita harus berinvestasi di saham serta keuntungan-keuntungan investasi disaham dibandingkan instrumen lainnya.DSC_4174 DSC_4175 DSC_4180

Pada Level 2 materi disampaikan dari PT Valbury Sekuritas Indonesia, tentang pandangan analis terhadap ekonomi untuk beberapa bulan kedepan. Menurutnya beberapa bulan kedepan Pasar Saham akan sedikit bergejolak karena aksi ambil untung investor dan kurangnya sentimen positif di pasar.DSC_4192 DSC_4196 DSC_4198 DSC_4201